Cibinong | KBBNews.id – Hampir 1 tahun telah berlalu sejak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menerbitkan SE Nomor 7920/ES.09/Perek tertanggal 25 September 2025 tentang penghentian sementara aktivitas pertambangan batu di kecamatan Parungpanjang, Cigudeg dan Rumpin Kabupaten Bogor mulai 26 September 2025, hingga kini belum menemui titik terang dan jalan tengah terbaik.
Hal itu membuat Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara angkat bicara. Menurut Sastra, harus ada jalan tengah terbaik untuk memberikan solusi atas penutupan sementara aktivitas pertambangan batu tersebut.
“Sudah hampir 1 tahun pak belum ada kejelasan. Kasihan warga yang terdampak akan bertambah terus. Kami perkirakan akan ada 15 ribu orang yang akan terdampak di tahun 2026 jika tidak segera diputuskan jalan tengah terbaik bagi semua pihak,” kata Sastra Winara saat ditemui Jurnal Bogor, Rabu (19/8/2026).
Sastra bilang, jalan tengah itu di antaranya jika yang bermasalah adalah truk ODOL (over dimensi over loading) dapat diselesaikan dengan membuat kesepakatan soal ukuran truk angkut material tambang yang lebih kecil sesuai aturan.
“Lalu soal pos retribusi tinggal disepakati di mana saja dibangun pos retribusi. Termasuk soal jalan tambang, saat ini sudah dianggarkan bupati sebesar Rp 100 miliar untuk pembangunan jalan tambang langsung mengarah ke tol,” kata politikus Partai Gerindra.
Sastra juga bilang jika tidak segera diselesaikan akan banyak multiplier effect yang langsung bersentuhan dengan masyarakat luas.
“Jadi tidak hanya pengusaha tambang tapo juha masyarakat yang selama ini bergantung dari bisnis tambang itu yang jumlahnya ribuan orang,” ujarnya.
Penutupan tambang juga berdampak luas pada kenaikan anggaran pembangunan infrastruktur di Bogor. Jika tambang dibuka diharapkan akan ada penurunan harga bahan material alam dan berdampak langsung pada kemampuan anggaran pemerintah dalam menuntaskan masalah infrastruktur.
“Saat ini harga naik berdampak pada jumlah panjang jalan yang dibangun. Misalnya dengan harga saat ini, harusnya bisa membangun jalan 10 kilometer misalnya akhirnya hanya 5 kilometer karena harga materialnya tinggi,” tegas mantan ajudan Presiden Prabowo sebelum terpilih menjadi presiden itu.
Oleh karena itu, Sastra berharap agar Gubernur Dedi Mulyadi dalam segera memutuskan dengan bijaksana soal tambang di Bogor itu.
Penulis : H. Setiawan
Editor : Arie Utama

Leave a comment