Cibungbulang | KBBNews.id
Sepekan sudah kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Api mulai melumat gunungan sampah sejak Senin (7/9/2026), sekira pukul 16.00 WIB. Hingga Senin (14/9/2026) petang, kebakaran TPA Galuga belum sepenuhnya tuntas.
Meski kobaran api telah berhasil dikendalikan, proses pemadaman dan pendinginan di sejumlah bagian masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Tim Gabungan TNI, Polri, Damkar, BPBD Kota dan Kabupaten Bogor terus mengejar titik api. Selain itu, 8 unit truk Damkar masih disiagakan di TPAS Galuga.
“Alhamdulillah api sudah berhasil kami padamkan. Tapi, untuk menjaga ada muncul titik api baru, kami masih siaga hingga semua benar-benar aman. Pendinginan area juga terus dilakukan,” ucap Komandan Regu Damkar Kabupaten Bogor, Mulyadi kepada KBBNews.id di TPAS Galuga, Senin (14/9/2026).
Kebakaran pertama kali terdeteksi muncul dari lahan di sekitar kawasan Galuga sebelum kemudian merambat ke area TPAS. Api dengan cepat menjalar ke area pembuangan sampah, karena banyak rumput dan daun kering di ladang yang berada di bibir gunungan sampah.
Kondisi angin dan karakteristik timbunan sampah membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit. Dalam hitungan jam, api terus menjalar dan membesar. Saking dahsyatnya kebakaran ini, langit di Bogor Barat tampak memerah dan dipenuhi asap tebal.
Pada Selasa (8/9), Bupati Bogor Rudy Susmanto sempat menyatakan titik api besar telah berhasil dipadamkan. Sekitar pukul 14.17 WIB, kobaran api terlihat sudah tidak ada, meskipun asap tebal masih mengepul dari sejumlah bagian kawasan. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan dengan mengeruk tumpukan sampah menggunakan alat berat dan menyemprotkannya dengan air.
Api Melumat 7,1 Hektar Area TPAS
Situasi bahkan kembali berubah pada Jumat (11/9). Api kembali membesar sekitar pukul 15.30 WIB setelah sebelumnya sempat masuk tahap pendinginan. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor Yudi Santosa menyebut kobaran tersebut berasal dari titik api baru dan bukan rembetan dari wilayah pengelolaan sampah Kota Bogor.
Luas kawasan yang terdampak kebakaran juga mengalami perubahan dalam proses pendataan. BNPB sebelumnya memperkirakan area terdampak mencapai sekitar 42 hektare, sementara penghitungan area yang terbakar di kawasan TPA dan wilayah sekitarnya kemudian dilaporkan sekitar 7,1 hektare.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, dari kawasan yang sebelumnya terdampak lebih dari tujuh hektare, sekitar 0,7 hektare masih mendapat perhatian khusus untuk penanganan titik api. Namun, laporan pada Minggu juga menunjukkan kebakaran belum dapat dinyatakan padam sepenuhnya.
“Kami masih melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan bara di dalam timbunan sampah benar-benar hilang,” kata Jenal
Pemerintah sebelumnya juga mengerahkan dukungan pemadaman dari udara menggunakan helikopter TNI Angkatan Udara. Langkah tersebut dilakukan untuk menjangkau sejumlah titik yang sulit ditangani dari darat. (Yono Sudaryono)
